Monday, August 26, 2013

Cara Mencegah Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Bagaimana cara mencegah tekanan darah tinggi? Sekitar 1 dari 4 orang dewasa di Amerika Serikat memiliki tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor resiko utama bagi penyakit jantung dan ginjal, stroke, dan gagal jantung. Tekanan darah merupakan suatu keadaan berbahaya yang seringkali tidak menunjukkan gejala.


Untungnya, anda dapat mengetahui bahwa anda menderita hipertensi dengan cara mendapatkan pengukuran tekanan darah secara teratur. Jika tekanan darah anda tinggi, anda dapat mengambil langkah-langkah untuk menurunkannya. Yang sama pentingnya adalah ketika tekanan darah anda normal, anda dapat mempelajari bagaimana cara menjaga agar peningkatan tekanan darah tidak terjadi.

Bagaimana cara mencegah tekanan darah tinggi?

Anda dapat mencegah terjadinya tekanan darah tinggi dengan cara :
  • Mempertahankan berat badan yang sehat
    Memiliki berat badan yang berlebih dapat membuat kecenderungan anda terhadap tekanan darah tinggi meningkat 2 – 6 kali lipat dibandingkan dengan ketika anda memiliki berat badan yang ideal. Bahkan sejumlah kecil penurunan berat badan dapat membuat perbedaan besar dalam membantu mencegah dan mengobati tekanan darah tinggi.
  • Melakukan latihan fisik secara teratur
    Mereka yang banyak beraktifitas memiliki resiko terhadap tekanan darah tinggi 20 – 50 % lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang kurang beraktifitas. Anda tidak perlu menjadi pelari maraton untuk mendapatkan manfaat dari aktifitas fisik. Bahkan aktifitas yang ringan jika dilakukan secara teratur setiap hari dapat membantu menurunkan resiko anda terhadap tekanan darah tinggi.
  • Mengurangi asupan garam
    Biasanya, ketika penderita hipertensi mengurangi asupan garam, tekanan darahnya akan menurun. Ketika tekanan darah anda normal, mengurangi asupan garam juga dapat mencegah peningkatan tekanan darah.
  • Membatasi konsumsi alkohol
    Mengkonsumsi terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah. Untuk membantu mencegah hipertensi, batasi konsumsi alkohol.
  • Mengurangi stres
    Stres dapat membuat tekanan darah meningkat, dan lama-kelamaan mungkin memberi kontribusi dalam menyebabkan hipertensi.
Nutrisi juga dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi. Berikut ini rangkuman dari beberapa penelitian :
  • Potasium (Kalium)
    Mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalium akan membantu melindungi seseorang dari hipertensi. Anda mungkin mendapatkan cukup asupan kalium dalam diet sehari-hari, sehingga suplemen tidak dibutuhkan. Beberapa jenis buah-buahan, sayur-sayuran, produk olahan susu, dan ikan merupakan sumber kalium yang baik.
  • Kalsium
    Populasi dengan asupan kalsium yang rendah memiliki angka hipertensi yang tinggi. Namun, belum terbukti bahwa mengkonsumsi tablet kalsium akan mencegah tekanan darah tinggi. Namun sangat penting untuk mendapatkan sedikitnya 1.000 mg kalsium bagi orang dewasa 19 – 50 tahun atau 1.200 mg bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun (wanita hamil dan menyusui bahkan membutuhkan lebih banyak lagi) dari makanan sehari-hari. Produk olahan susu seperti susu low-fat, yogurt, dan keju merupakan sumber kalsium yang baik. Produk olahan susu yang low-fat atau non-fat bahkan mengandung lebih banyak kalsium dibandingkan dengan produk olahan susu yang high-fat.
  • Magnesium
    Diet sehari-hari yang rendah magnesium mungkin menyebabkan tekanan darah anda meningkat. Namun dokter tidak merekomendasikan untuk menkonsumsi ekstra magnesium untuk membantu mencegah hipertensi, karena jumlah yang anda dapatkan melalui diet sehat sehari-hari sudah cukup. Magnesium ditemukan dalam gandum, sayur-sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Minyak ikan
    Tipe lemak yang disebut "asam lemak omega–3" ditemukan dalam minyak ikan seperti makarel dan salmon. Sejumlah besar minyak ikan mungkin membantu menurunkan tekanan darah, namun peranannya dalam pencegahan hipertensi masih belum jelas. Konsumsi pil minyak ikan tidak direkomendasikan, karena dosisnya yang tinggi dapat menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan. Sebagian besar ikan, jika tidak digoreng atau dimasak dengan menambahkan minyak, mengandung lemak jenuh yang rendah dan dapat sering dikonsumsi.
  • Bawang putih
    Telah terdapat beberapa bukti yang menunjukkan efek bawang putih dalam menurunkan tekanan darah, serta menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan mengurangi resiko terjadinya kanker.

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum anda mengkonsumsi suplemen atau obat-obatan herbal alternatif. Beberapa diantaranya mungkin berinteraksi dengan obat-obatan yang anda konsumsi atau menimbulkan efek samping yang berbahaya.

Apa Penyebab Hipertensi & Kecenderungan Menderita Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah

Tekanan darah adalah ukuran kekuatan darah dalam menekan dinding pembuluh darah. Jantung memompa darah ke dalam arteri (pembuluh nadi), yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Tekanan darah tinggi atau yang disebut juga dengan hipertensi, merupakan suatu keadaan yang berbahaya karena membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan menyebabkan pengerasan arteri atau yang disebut juga dengan atherosclerosis, dan menyebabkan terjadinya gagal jantung.


Pembacaan tekanan darah meliputi angka atas (sistolik) dan angka bawah (diastolik).

  • Normal : < 120/80
  • Prehipertensi : sistolik 120 – 139 ; diastolik 80 – 89
  • Hipertensi stadium 1 : sistolik 140 – 159 ; diastolik 90 – 99
  • Hipertensi stadium 2 : 160/100 atau lebih
Mereka yang memiliki tekanan darah di atas rentang normal harus mengkonsultasikan dengan dokter mengenai langkah-langkah untuk menurunkannya.

Apa penyebab tekanan darah tinggi?

Penyebab pasti tekanan darah tinggi tidak diketahui, namun beberapa faktor dan kondisi tertentu mungkin memainkan peranan dalam terjadinya hipertensi, seperti :

  • Kebiasaan merokok
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Kurangnya aktifitas fisik
  • Terlalu banyak kandungan garam dalam diet sehari-hari
  • Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol
  • Stres
  • Usia lanjut
  • Faktor genetik
  • Riwayat keluarga menderita tekanan darah tinggi
  • Penyakit ginjal kronis
  • Gangguan pada adrenal (kelenjar anak ginjal) dan tiroid (kelenjar gondok)

Siapa saja yang memiliki kecenderungan menderita tekanan darah tinggi?

  • Mereka yang memiliki anggota keluarga menderita tekanan darah tinggi
  • Perokok
  • Ras Afro-Amerika
  • Wanita hamil
  • Wanita yang mengkonsumsi pil KB
  • Mereka yang berusia di atas 35 tahun
  • Mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas
  • Mereka yang kurang melakukan aktifitas fisik
  • Pecandu alkohol
  • Mereka yang banyak mengkonsumsi makanan berlemak atau banyak mengandung garam
  • Mereka yang mengalami sleep apnea (gangguan pernafasan ketika tidur)

Gejala Hipertensi

Apa gejala hipertensi? Salah satu aspek yang paling berbahaya dari hipertensi adalah anda mungkin tidak mengetahui bahwa anda mengalaminya. Faktanya, 1 dari 3 orang yang menderita tekanan darah tinggi tidak mengetahuinya. Satu-satunya cara untuk mengetahui bahwa tekanan darah anda tinggi adalah melalui medical check-up rutin. Hal ini terutama sangat penting bagi mereka yang memiliki hubungan keluarga yang dekat dengan penderita tekanan darah tinggi.


Jika tekanan darah anda sangat tinggi, terdapat beberapa gejala yang harus diperhatikan, meliputi :

  • Sakit kepala hebat
  • Kelemahan
  • Gangguan penglihatan
  • Nyeri dada
  • Kesulitan bernafas
  • Detak jantung yang tidak normal
  • Terdapat darah dalam urin/air seni
  • Denyutan keras pada dada, leher, atau telinga
Jika anda mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, segera kunjungi dokter. Anda dapat mengalami hypertensive crisis (krisis hipertensi) yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Hipertensi yang tidak diobati dapat menyebabkan penyakit serius, meliputi stroke, penyakit jantung, gagal jantung, dan gangguan penglihatan.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi dokter

Hipertensi seringkali disebut "silent disease", karena seringkali tidak menunjukkan gejala.

Jika tidak terdeteksi dan tidak diobati, hipertensi dapat menyebabkan penyakit jantung (meliputi congestive heart failure (gagal jantung kongestif = ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi dan serangan jantung), stroke, dan penyakit ginjal. Itu sebabnya mengapa sangat penting untuk mendapatkan pemeriksaan fisik rutin untuk memastikan bahwa tekanan darah anda berada dalam rentang normalnya. Hal ini terutama sangat penting apabila tekanan darah anda pernah tinggi, atau anda memiliki riwayat keluarga menderita hipertensi, atau jika anda kelebihan berat badan.

Ketika anda menjalani pengobatan tekanan darah tinggi, dokter dapat menjawab pertanyaan atau kekhawatiran yang anda hadapi selama kunjungan rutin. Namun, mungkin terdapat situasi yang mengharuskan anda untuk menemui dokter di luar jadwal kunjungan rutin, contohnya :

  • Jika tubuh anda tidak memberi respon terhadap obat-obatan yang diresepkan dokter atau tekanan darah anda masih tetap tinggi.
  • Jika anda mengalami beberapa gejala seperti lemah, mual, sesak nafas, kepala melayang (seperti mau pingsan), sakit kepala, keringat berlebihan, atau gangguan penglihatan, yang mungkin serius dan harus segera mendapatkan perhatian medis. Hal ini dapat berasal dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau sebagai efek samping dari pengobatan.

Apa Itu Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)


Hipotensi atau tekanan darah rendah berbeda dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Apa itu hipotensi?

Hipotensi artinya tekanan darah yang lebih rendah dari normal.
 
Pada sebagian besar orang dewasa yang sehat, tekanan darah rendah tidak menimbulkan masalah atau gejala. Bahkan mungkin normal bagi anda. Misalnya, mereka yang rutin berolahraga seringkali memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak begitu fit.

Namun jika tekanan darah anda anjlok secara tiba-tiba atau menimbulkan gejala seperti pusing atau pingsan, menandakan tekanan darah anda terlalu rendah dan dapat menyebabkan syok. Syok dapat menjadi hal yang membahayakan jika tidak ditangani dengan segera.

Tekanan darah merupakan ukuran seberapa kuat darah menekan dinding arteri ketika mengalir ke seluruh tubuh. Tekanan darah terdiri dari 2 angka yaitu sistolik dan diastolik.
  • Sistolik menunjukkan seberapa kuat tekanan saat jantung memompa darah keluar.
  • Diastolik menunjukkan seberapa kuat tekanan darah antara detakan jantung, ketika jantung rileks dan terisi oleh darah. 
Tekanan darah yang normal adalah di bawah 120/80.

Tekanan darah tidak memiliki angka yang spesifik untuk dikatakan terlalu rendah. Sebagian besar dokter menganggap tekanan darah terlalu rendah ketika menimbulkan gejala atau anjlok secara tiba-tiba. Umumnya, gejala hipotensi muncul ketika tekanan darah lebih rendah dari 90/60.

Apa penyebab hipotensi?

Beberapa penyebab tekanan darah rendah meliputi :
  • Bangkit setelah duduk atau berbaring. Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang cepat yang disebut dengan orthostatic hypotension (hipertensi ortostatik).
  • Berdiri terlalu lama
  • Dehidrasi
  • Obat-obatan, misalnya obat anti hipertensi atau obat penyakit jantung lainnya
  • Masalah kesehatan seperti penyakit kelenjar tiroid, infeksi berat, pendarahan usus, atau gangguan jantung
  • Trauma seperti pendarahan hebat atau luka bakar yang luas

Bagaimana gejala hipotensi?

Beberapa penderita hipotensi tidak menunujukkan gejala. Adapun gejala yang harus diperhatikan meliputi :
  • Pusing atau pingsan
  • Detak jantung yang cepat
  • Sakit perut atau muntah-muntah
  • Merasakan kehausan yang lebih dari biasanya
  • Penglihatan kabur
  • Merasa lemah
  • Merasa galau
  • Merasa lelah
  • Kulit berkeringat dingin
  • Kulit pucat
  • Pernafasan yang sangat cepat
  • Feses/tinja yang berwarna hitam seperti ter
  • Demam
Jika anda mengalami gejala tekanan darah rendah, terutama pusing dan pingsan, segera kunjungi dokter.

Bagaimana hipotensi didiagnosis?

Seringkali penderita bahwa mereka memiliki hipotensi ketika dokter melakukan pemeriksaan tekanan darah. 

Untuk mengetahui penyebab tekanan darah rendah, dokter akan bertanya mengenai riwayat kesehatan anda di masa lalu, gejala yang anda alami, dan obat-obatan yang anda konsumsi. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin juga beberapa tes lainnya. Dokter akan mencari tahu masalah kesehatan lainnya yang dapat menyebabkan hipotensi yang anda alami.

Apakah dokter akan melakukan perawatan terhadap hipotensi?

Anda cenderung akan mendapatkan perawatan hanya jika hipotensi yang anda alami menimbulkan gejala atau jika tekanan darah anda anjlok secara tiba-tiba. Perawatan yang dilakukan tergantung pada gejala yang anda alami, derajat keparahannya, dan penyebab terjadinya hipotensi.

Dokter anda mungkin akan meminta anda :
  • Menambahkan lebih banyak garam dalam diet sehari-hari
  • Mendapatkan cairan infus melalui intravena (IV) jika anda mengalami dehidrasi berat.
  • Mengganti atau menghentikan obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah
  • Mengkonsumsi obat-obatan untuk mengatasi masalah yang menyebabkan hipotensi. Misalnya, anda mungkin membutuhkan antibiotik untuk mengobati infeksi atau obat-obatan untuk menghentikan muntah-muntah atau diare.
Pastikan untuk berbicara dengan dokter terlebih dahulu sebelum anda menambahkan lebih banyak garam dalam diet sehari-hari atau mengganti obat-obatan yang anda konsumsi.

Bagaimana cara mencegah gejala hipotensi?

Jika anda mengidap orthostatic hypotension (hipotensi ortostatik), dokter mungkin akan menganjurkan anda mencoba melakukan cara-cara sederhana untuk mencegah munculnya gejala pusing, seperti :
  • Bangkit perlahan-lahan setelah duduk atau berbaring
  • Minum lebih banyak air putih
  • Membatasi atau menghentikan konsumsi alkohol
  • Membatasi atau menghindari konsumsi kafein
  • Menggunakan compression stockings
Jika anda merasa pusing atau seperti mau pingsan, duduk atau berbaringlah selama beberapa menit. Atau anda dapat duduk sambil menempatkan kepala anda di antara kedua lutut. Hal ini dapat membantu tekanan darah anda kembali normal dan membantu menghilangkan gejala yang anda alami.

Apa Itu Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Artikel kesehatan berikut menjelaskan tentang apa itu hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Apa itu hipertensi?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi, merupakan penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) yang paling umum terjadi.

Tekanan darah mengacu pada kekuatan darah dalam mendorong dinding arteri (pembuluh nadi) ketika mengalir ke seluruh tubuh. Seperti udara dalam ban atau air dalam selang, darah memenuhi arteri dalam kapasitas tertentu. Seperti halnya tekanan udara yang terlalu besar dapat merusak ban atau tekanan air yang terlalu besar dapat merusak selang, tekanan darah yang tinggi juga dapat mengancam arteri dan mendorong terjadinya kondisi yang dapat mengancam jiwa seperti penyakit jantung dan stroke.

From symptoms to treatment to prevention

Hipertensi merupakan penyebab utama terjadinya stroke dan serangan jantung. Di Amerika Serikat, lebih dari 30% orang dewasa mengalami tekanan darah tinggi.

Jika anda memiliki tekanan darah tinggi, anda mungkin akan mengetahuinya ketika menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau ketika pengukuran tekanan darah. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan diagnosis yang tepat dan pergunakan kesempatan untuk mempelajari apa yang dapat anda lakukan untuk mengontrol tekanan darah.

Bagaimana cara mengukur tekanan darah?

Pembacaan tekanan darah tampak dalam 2 angka. Angka yang pertama menandakan tekanan sistolik atau tekanan dalam arteri ketika jantung berdetak dan mengisinya dengan darah. Angka yang kedua menandakan tekanan diastolik atau tekanan dalam arteri ketika jantung beristirahat diantara denyutan.

Tekanan darah yang normal meningkat secara konstan dari sekitar 90/60 ketika lahir sampai sekitar 120/80 pada orang dewasa yang sehat. Jika tekanan darah anda diukur segera setelah anda menyampaikan pidato atau berjoging sejauh 5 mil, hasilnya pasti akan tampak tinggi. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan, karena merupakan hal yang alami bagi tekanan darah untuk meningkat atau menurun seiring dengan perubahan aktivitas atau status emosional.

Hal yang normal pula jika tekanan darah bervariasi pada tiap orang, bahkan pada tiap bagian tubuh. Namun ketika tekanan darah anda tetap tinggi secara konsisten, berkonsultasilah dengan dokter mengenai perawatannya. Tekanan darah yang tinggi memaksa jantung untuk bekerja melebihi kapasitas normalnya. Seiring dengan cedera pada pembuluh darah, hipertensi juga dapat menyebabkan kerusakan otak, mata, dan ginjal.

Mereka yang memiliki tekanan darah 140/90 atau lebih, yang diukur sedikitnya dalam 2 kesempatan yang berbeda, dianggap memiliki tekanan darah tinggi. Jika tekanan darah tetap tinggi, dokter mungkin akan memulai perawatan. Mereka yang memiliki tekanan darah 200/130 atau lebih, membutuhkan perawatan sesegera mungkin. Penderita diabetes harus menjalani pengobatan jika tekanan darahnya meningkat di atas 130/80, karena mereka telah memiliki resiko yang tinggi terhadap penyakit jantung.

Peneliti mengidentifikasikan mereka yang memiliki tekanan darah sedikit lebih tinggi dari 120/80 dalam kategori pre-hipertensi atau beresiko tinggi terhadap terjadinya hipertensi. Pre-hipertensi dianggap meningkatkan kecenderungan terhadap kerusakan arteri dan jantung, otak, serta ginjal, sehingga beberapa dokter merekomendasikan perawatan sesegera mungkin, meskipun tidak ada bukti bahwa hal ini dapat membantu dalam jangka panjang.

Meskipun demikian, beberapa penderita hipertensi tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi. Bahkan, hipertensi sering disebut "silent killer" karena jarang menunjukkan gejala, bahkan ketika telah mengakibatkan kerusakan yang serius di dalam tubuh. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gangguan penglihatan, serangan jantung, stroke, dan kondisi fatal lainnya, seperti gagal ginjal.
Hipertensi mungkin juga menyebabkan gagal jantung, suatu kondisi yang dapat menyebabkan masalah pernafasan. Tekanan darah yang sangat tinggi, dengan tekanan diastolik lebih dari 130 dan tekanan sistolik lebih dari 200, dikategorikan dalam malignant hypertension. Malignant hypertension merupakan suatu kondisi berbahaya yang mungkin berkembang dengan cepat dan menyebabkan kerusakan organ yang cepat pula, sehingga membutuhkan perhatian medis sesegera mungkin.
Untungnya, tekanan darah tinggi dapat dikontrol secara efektif. Langkah pertamanya adalah pengukuran tekanan darah secara teratur.

Siapa saja yang dapat menderita hipertensi?

Tekanan darah tinggi cenderung terjadi pada :
  • Mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau diabetes
  • Mereka yang berusia di atas 55 tahun
  • Mereka yang kelebihan berat badan
  • Mereka yang kurang melakukan aktifitas fisik
  • Mereka yang memiliki kebiasaan minum-minuman keras
  • Mereka yang memiliki kebiasaan merokok
  • Mereka yang banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan garam
  • Mereka yang sering mengkonsumsi obat-obatan NSAID (seperti ibuprofen dan aspirin), dekongestan, dan obat-obatan terlarang seperti kokain.

Apa penyebab tekanan darah tinggi?

Essential Hypertension
Pada 95% kasus hipertensi di Amerika Serikat, penyebab yang mendasari terjadinya tekanan darah tinggi tidak dapat ditentukan. Tipe tekanan darah tinggi ini disebut dengan hipertensi esensial.
 
Meskipun penyebabnya masih agak misterius, hipertensi esensial telah dikaitkan dengan beberapa faktor resiko. Tekanan darah tinggi cenderung diwariskan dalam keluarga dan cenderung menyerang pria dibandingkan dengan wanita. Usia dan ras juga memainkan peranan. Di Amerika Serikat, orang kulit hitam memiliki kecenderungan terhadap hipertensi 2 kali lipat dibandingkan dengan orang kulit putih, meskipun kesenjangan ini mulai menyempit pada usia sekitar 44 tahun. Setelah usia 65 tahun, wanita kulit hitam memiliki insiden hipertensi tertinggi.
 
Hipertensi esensial juga banyak dipengaruhi oleh diet dan gaya hidup. Hubungan antara garam dan tekanan darah tinggi sangatlah menarik. Mereka yang tinggal di pulau-pulau di bagian utara Jepang mengkonsumsi lebih banyak garam per kapita dibandingkan dengan orang-orang di belahan dunia lainnya dan memiliki insiden hipertensi esensial tertinggi. Sebaliknya, orang-orang yang tidak menambahkan garam ke dalam makanannya tidak menunjukkan jejak tanda-tanda hipertensi esensial.
 
Penderita tekanan darah tinggi sensitif terhadap garam, maksudnya bahwa asupan garam yang melebihi kebutuhan dianggap berlebihan bagi tubuh dan meningkatkan tekanan darah. Faktor lain yang telah dikaitkan dengan hipertensi esensial meliputi obesitas, diabetes, stres, asupan potasium (kalium), kalsium, dan magnesium yang tidak memadai, kurangnya aktifitas fisik, dan kecanduan alkohol.
 
Secondary Hypertension
Ketika penyebab langsung tekanan darah tinggi dapat diidentifikasi, kondisi ini disebut dengan hipertensi sekunder. Diantara penyebab hipertensi sekunder yang diketahui, penyakit ginjal menduduki peringkat tertinggi. Hipertensi juga dapat dipicu oleh tumor maupun abnormalitas lainnya yang menyebabkan adrenal (kelenjar anak ginjal) melepaskan hormon yang meningkatkan tekanan darah dalam jumlah berlebihan. Pil KB, terutama yang mengandung estrogen dan kehamilan dapat meningkatkan tekanan darah, seperti halnya obat-obatan yang dapat menyempitkan pembuluh darah.

Saturday, August 24, 2013

Prediabetes

Prediabetes merupakan suatu kondisi kesehatan tanpa gejala apapun. Prediabetes hampir selalu muncul sebelum seseorang mendeita diabetes tipe 2 yang lebih serius. Sekitar 79 juta orang di Amerika Serikat di atas 20 tahun memiliki kadar gula darah di atas normal, namun belum cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.


Dokter mengakui pentingnya mendiagnosis prediabetes sebagai perawatan yang mungkin mencegah masalah kesehatan yang lebih serius. Sebagai contoh, deteksi dini dan perawatan prediabetes mungkin mencegah terjadinya diabetes tipe 2 serta komplikasi yang berkaitan dengannya, seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit mata, serta penyakit ginjal. Sekarang dokter mengetahui bahwa komplikasi kesehatan yang terkait dengan diabetes tipe 2 seringkali terjadi bahkan sebelum diagnosis diabetes tipe 2 ditegakkan.

Siapakah yang beresiko terserang diabetes tipe 2?

  • Mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita diabetes tipe 2
  • Wanita dengan riwayat diabetes gestasional (diabetes pada masa kehamilan) atau wanita yang melahirkan bayi lebih besar dari 4,5 kg
  • Wanita yang memiliki Polycystic Ovary Syndrome
  • Mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas, terutama mereka yang memiliki kelebihan lemak di sekitar perut
  • Mereka yang memiliki kadar kolesterol dan trigliserida tinggi, HDL (kolesterol baik) rendah serta LDL (kolesterol jahat) tinggi
  • Mereka yang kurang melakukan aktifitas fisik
  • Orang tua. Ketika menua, kemampuan tubuh untuk memproses gula sebagaimana mestinya akan berkurang, oleh sebab itu orang tua memiliki resiko yang lebih besar untuk terserang diabetes tipe 2.

Apa saja gejala dari prediabetes?

Meskipun sebagian besar orang dengan prediabetes tidak menunjukkan gejala sama sekali, namun gejala-gejala diabetes yang meliputi rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, penglihatan yang kabur, atau rasa lelah yang berlebihan mungkin dapat muncul.

Pemeriksaan laboratorium mungkin menunjukkan beberapa tanda yang mengarah pada prediabetes.

Siapa saja yang harus menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi prediabetes?

  • Mereka yang berusia 45 tahun atau lebih
  • Mereka yang kelebihan berat badan dengan nilai BMI (Body Mass Index) atau IMT (Indeks Massa Tubuh) 25 atau lebih
Atau mereka yang memiliki faktor resiko diabetes seperti berikut ini :
    • Mereka yang kurang melakukan aktifitas fisik
    • Mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita diabetes
    • Wanita dengan riwayat diabetes gestasional (diabetes pada masa kehamilan) atau wanita yang melahirkan bayi lebih besar dari 4,5 kg
    • Wanita yang memiliki Polycystic Ovary Syndrome
    • Mereka yang memiliki kadar HDL (kolesterol baik) rendah dan kadar LDL (kolesterol jahat) tinggi
    • Mereka yang memiliki riwayat kadar gula darah abnormal di masa lalu
    • Mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung
    • Mereka yang memiliki tanda-tanda insulin resistance seperti obesitas berat atau acanthosis nigricans (penebalan dan kehitaman pada kulit akibat hiperpigmentasi kulit yang seperti beludru)

Bagaimana prediabetes didiagnosis?

Untuk menentukan diagnosis prediabetes, dokter dapat melakukan 1 dari 3 tes darah yamg berbeda, yaitu : Fasting Plasma Glucose (FPG) Test atau Tes Gula Darah Puasa (GDP), Oral Glucose Tolerance Test (OGTT) atau Tes Gula Darah 2 jam Post Prandial (GD2PP), dan Hemoglobin A1C

Pada tes Gula Darah Puasa kadar gula darah anda diukur setelah berpuasa selama 8 jam. Pemeriksaan laboratorium ini dapat menentukan apakah tubuh anda dapat melakukan metabolisme glukosa secara tepat. Jika tes Gula Darah Puasa menunjukkan hasil yang abnormal, anda mengalami suatu kondisi yang disebut dengan "impaired fasting glucose", yang mengarah pada prediabetes.

Hasil Tes Gula Darah Puasa (GDP)

Kondisi
Kadar Gula Darah
Normal
Kurang dari 100 mg/dl
Prediabetes
100 – 125 mg/dl
Diabetes
126 mg/dl atau lebih

Tes laboratorium lainnya adalah tes Gula Darah 2 jam Post Prandial. Pada pemeriksaan ini, kadar gula darah anda diukur 2 jam setelah pemberian minuman yang mengandung glukosa dalam jumlah yang besar. Jika tes GD2PP menunjukkan hasil yang abnormal, anda mengalami suatu kondisi yang disebut dengan "impaired glucose tolerance", yang mengarah pada prediabetes.

Hasil Tes Gula Darah 2 jam Post Prandial (GD2PP)

Kondisi
Kadar Gula Darah
Normal
Kurang dari 140 mg/dl
Prediabetes
140 – 199 mg/dl
Diabetes
Lebih dari 200 mg/dl

Hemoglobin A1C Test

Hemoglobin A1C test merupakan suatu tes darah sederhana yang merefleksikan kadar gula darah rata-rata dalam 3 – 4 bulan terakhir. Pemeriksaan ini tidak hanya digunakan untuk mengetahui apakah diabetes anda terkontrol, namun juga dapat digunakan untuk mendiagnosis diabetes.

Normal : 5,6 % atau kurang
Prediabetes : 5,7 – 6,4 %
Diabetes : 6,5 % atau lebih

Mengapa sangat penting untuk mendeteksi dini dan mengobati prediabetes?

Dengan mengidentifikasi tanda-tanda prediabetes sebelum berkembang menjadi diabetes, anda dapat mencegah diabetes tipe 2 dan memperkecil resiko terjadinya komplikasi yang berkaitan dengan kondisi ini, seperti penyakit jantung.

Sebuah penelitian terbaru yang disebut dengan Diabetes Prevention Program (DPP) menemukan bahwa beberapa orang yang memperbaiki pola makan dan meningkatkan aktifitas fisik dapat mencegah terjadinya diabetes. Dan beberapa diantaranya dapat mengembalikan kadar gula darah kepada rentang normalnya. DPP menemukan bahwa latihan fisik secukupnya selama 30 menit dalam sehari disertai penurunan berat badan sebanyak 7% menurunkan resiko terjadinya diabetes sebesar 60%.

Bagaimana perawatan untuk prediabetes?

  • Diet sehat dan penurunan berat badan
    Penurunan berat badan sebesar 5 – 10 % dapat membuat suatu perubahan besar.
  • Latihan fisik
    Biasakan untuk berolahraga selama 30 menit dalam sehari, 5 hari dalam seminggu. Aktifitas fisik dapat dibagi menjadi beberapa periode singkat, misalnya 3 sesi masing-masing 10 menit. Pilih aktifitas yang anda nikmati, misalnya berjalan kaki. Konsultasikan dengan dokter sebelum meningkatkan level aktifitas.
  • Berhenti merokok
  • Mengobati tekanan darah tinggi dan menurunkan kadar kolesterol

Obat-obatan untuk Perawatan Diabetes

Obat-obatan diabetes membantu mengendalikan kadar gula darah pada orang-orang yang tubuhnya masih memproduksi insulin (sebagian besar penderita diabetes tipe 2). Obat-obatan ini biasanya diresepkan kepada penderita diabetes bersama-sama dengan rekomendasi untuk melakukan perubahan pola makan dan latihan fisik yang teratur. Beberapa obat-obatan seringkali digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan lainnya untuk mendapatkan kontrol gula darah yang optimal.


Ingatlah bahwa penderita diabetes tipe 2 memiliki 2 masalah yang dapat mendorong peningkatan glukosa dalam aliran darah :
  1. Tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk memindahkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh.
  2. Sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin, artinya sel-sel tubuh tidak menangkap glukosa sebagaimana mestinya.
Pada akhirnya, penderita diabetes tipe 2 mengalami suatu kondisi yang disebut dengan "beta-cell failure", dimana sel beta pankreas yang memproduksi insulin tidak lagi mampu melepaskan insulin dalam menanggapi kadar gula darah yang tinggi. Oleh karena itu, orang-orang ini seringkali membutuhkan suntikan insulin, atau yang dikombinasikan dengan obat-obatan diabetes yang diminum.

Tipe obat-obatan diabetes yang diminum

Obat-obatan diabetes dikelompokkan dalam beberapa kategori, yang masing-masing bekerja dengan cara yang berbeda-beda.
  • Sulfonylurea
    Obat-obatan ini menurunkan kadar gula darah dengan cara menstimulasi pankreas untuk melepaskan lebih banyak insulin. Sulfonylurea yang pertama kali dikembangkan adalah acetohexamide, chlorpropamide, tolbutamide, dan tolazamide, yang saat ini sudah tidak banyak digunakan lagi karena kurang potensial dan efeknya yang lebih singkat dibandingkan dengan sulfonylurea generasi terbaru, seperti glipizide, glyburide, dan glimepiride yang dapat menyebabkan penurunan HbA1c 1 – 2 %. 
Efek samping sulfonylurea :
  1. Hipoglikemia
  2. Gangguan pencernaan
  3. Ruam kulit atau gatal-gatal
  4. Peningkatan berat badan
  • Biguanide
    Obat-obatan ini meningkatkan kemampuan insulin untuk memindahkan zat gula ke dalam sel-sel tubuh, terutama sel-sel otot, juga mencegah hati untuk melepaskan simpanan zat gula. Obat-obatan tidak boleh digunakan pada penderita kerusakan ginjal atau gagal jantung karena beresiko mencetuskan penumpukan asam yang disebut dengan lactic acidosis. Biguanide dapat menurunkan HbA1c 1 – 2 %. Yang termasuk dalam kategori biguanide adalah metformin.
Efek samping biguanide :
  1. Gangguan pencernaan (mual, diare)
  2. Rasa logam di mulut 
  • Thiazolidinedione
    Obat-obatan ini meningkatkan efektifitas insulin di otot dan jaringan lemak. Obat-obatan ini menurunkan kadar gula yang dilepaskan oleh hati dan membuat sel-sel lemak lebih sensitif terhadap efek insulin. Yang termasuk dalam kategori thiazolidinedione adalah pioglitazone dan rosiglitazone. Thiazolidinedione dapat menurunkan HbA1c 1 – 2 %. Thiazolidinedione membutuhkan waktu beberapa minggu sebelum memiliki efek menurunkan kadar gula darah. Thiazolidinedione harus digunakan dengan hati-hati pada penderita gagal jantung. Faktanya, di Amerika Serikat, FDA (Food and Drug Administration) telah membatasi penggunaan rosiglitazone, kecuali jika obat-obatan diabetes lainnya tidak mampu mengendalikan kadar gula darah pasien tersebut dan pasien tidak dapat mengkonsumsi pioglitazone. 
Efek samping thiazolidinedione yang jarang terjadi :
  1. Peningkatan enzim hati
  2. Kegagalan fungsi hati
  3. Infeksi saluran pernafasan
  4. Sakit kepala
  5. Retensi cairan
  • Alpha-glucosidase inhibitors
    Meliputi acarbose dan miglitol. Obat-obatan ini menghambat enzim yang membantu pencernaan zat tepung (karbohidrat), dan memperlambat peningkatan kadar gula darah. Obat-obatan ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, diare, mual, dan kram perut.
  • Meglitinide
    Meliputi repaglinide dan Starlix nateglinide. Obat-obatan ini menurunkan kadar gula darah dengan cara menstimulasi pankreas untuk melepaskan lebih banyak insulin. Efek dari obat ini tergantung pada tinggi rendahnya kadar gula darah pasien. Berbeda dengan cara kerja sulfonylurea yang menyebabkan pelepasan insulin, terlepas dari tinggi rendahnya kadar gula darah pasien, sehingga dapat menyebabkan hipoglikemia.
Efek samping meglitinide :
  1. Hipoglikemia
  2. Gangguan pencernaan
  • Dipeptidyl peptidase IV (DPP-IV) inhibitors,
    Meliputi sitagliptin, alogliptin, saxagliptin, dan linagliptin. Obat-obatan ini bekerja dengan cara meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas dan menurunkan produksi gula. Obat-obatan ini meningkatkan pelepasan insulin ketika kadar gula darah tinggi, juga memberi sinyal kepada hati untuk berhenti memproduksi gula yang berlebihan. Obat-obatan ini mengendalikan kadar gula darah tanpa menyebabkan peningkatan berat badan. Obat-obatan ini dapat dikonsumsi sendiri maupun dikombinasikan dengan obat-obatan diabetes lainnya seperti metformin.

  • Terapi kombinasi
    Tersedia beberapa obat-obatan yang merupakan kombinasi dari 2 jenis obat dalam 1 tablet. Misalnya :
    • Glucovance = glyburide (golongan sulfonylurea) + metformin.
    • Metaglip = glipizide (golongan sulfonylurea) + metformin
    • Avandamet = metformin + rosiglitazone
    • Kazano = alogliptin + metformin
    • Oseni = alogliptin + pioglitazone
Penelitian menunjukkan bahwa beberapa obat-obatan diabetes mungkin membantu mencegah diabetes dan komplikasi yang berhubungan dengannya. Metformin dan Precose telah terbukti mengurangi resiko seseorang untuk terserang diabetes tipe 2, terutama jika diimbangi dengan perubahan pola hidup seperti diet sehat dan olahraga teratur. Actos telah terbukti mengurangi resiko serangan jantung dan stroke pada penderita diabetes tipe 2.