Saturday, August 24, 2013

Diabetes Insipidus

Ketika mendengar kata "diabetes", sebagian besar orang akan memikirkan Diabetes Mellitus, yang merupakan suatu kondisi dimana kadar gula darah mengalami peningkatan secara kronis. Faktanya, diabetes merupakan istilah umum untuk kondisi yang menyebabkan peningkatan produksi urin.

Diabetes insipidus mengakibatkan rasa haus dan buang air kecil yang berlebihan. Penyebabya adalah masalah pada hormon tertentu maupun reseptornya. Diabetes insipidus meningkatkan resiko terjadinya dehidrasi.

Apa itu diabetes insipidus?

Apa itu diabetes insipidus? Diabetes insipidus disebabkan oleh masalah yang berhubungan dengan Antidiuretic Hormone (ADH) maupun reseptornya. ADH diproduksi di bagian otak yang disebut dengan hipotalamus dan tersimpan dalam kelenjar pituitari. Pelepasan ADH menyebabkan ginjal menahan pelepasan air, yang membuat urin menjadi lebih pekat.

Normalnya, ketika kita haus atau mengalami dehidrasi ringan, kadar ADH meningkat. Ginjal menyerap lebih banyak air dan mengeluarkan urin yang pekat.

Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh salah satu dari dua masalah yang berhubungan dengan ADH. Yang satu adalah karena terlalu sedikitnya kadar ADH yang diproduksi dan disebut dengan "central diabetes insipidus". Sedangkan yang lainnya adalah ADH diproduksi dalam jumlah yang cukup, namun ginjal tidak dapat meresponnya, dan kondisi ini disebut dengan "nephrogenic diabetes insipidus".

Kedua bentuk diabetes insipidus ini, memberikan hasil yang sama, yaitu ginjal tidak dapat melakukan tugasnya dalam mempertahankan air. Bahkan ketika seorang penderita diabetes insipidus mengalami dehidrasi, ginjal akan mengeluarkan urin yang melimpah dan encer.

Ketidakmampuan ginjal untuk mempertahankan air mengacu pada gejala diabetes insipidus, yaitu :
  • Rasa haus yang berlebihan (polidipsi)
  • Produksi urin yang berlebihan (poliuria)
Pada beberapa penderita, gejala ini menjadi ekstrim dan menyebabkan dehidrasi.

Kehilangan cairan yang berlebihan juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, yang menunjukkan gejala sebagai berikut :
  • Kelemahan tanpa penyebab yang jelas
  • Letargi (penurunan kesadaran dan pemusatan perhatian serta kesiapsiagaan)
  • Nyeri otot
  • Perasaan mudah tersinggung
Mengapa disebut "insipidus?". Insipid dapat berarti hambar atau tanpa rasa. Percaya atau tidak, di masa lalu dokter merasakan air seni untuk mendeteksi penyakit. Tidak seperti Diabetes Mellitus yang menghasilkan air seni yang terasa manis, Diabetes Insipidus menghasilkan air seni yang cair dan tawar (tidak berasa).

Bagaimana diabetes insipidus didiagnosis?

Penderita diabetes insipidus seringkali mencari pertolongan medis karena mengalami gejala rasa haus dan buang air kecil yang berlebihan.

Penegakkan diagnosis diabetes insipidus memerlukan serangkaian pemeriksaan darah dan urin selama beberapa jam. Penderita tidak diberi minum dan menjadi semakin haus. Konsentrasi sodium (natrium) dalam darah dan urin ditentukan dari waktu ke waktu. Pengganti ADH mungkin diberikan untuk melihat respon ginjal terhadapnya dengan melihat kepekatan urin.

Bagaimana perawatan diabetes insipidus?

Bagian terpenting dari perawatan diabetes insipidus adalah minum banyak cairan, untuk menggantikan kehilangan air melalui urin.

Pada central diabetes insipidus, kekurangan ADH dapat digantikan dengan penggunaan obat vasopressin (desmopressin), yang seringkali diberikan dalam bentuk obat semprot hidung dan tersedia juga dalam bentuk obat yang diminum. Terdapat juga terapi yang membantu meningkatkan kinerja ADH.

Nephrogenic diabetes insipidus disebabkan oleh penurunan kemampuan ginjal dalam merespon ADH dan lebih sulit untuk diobati. Jika nephrogenic diabetes insipidus disebabkan oleh penggunaan obat-obatan, penghentian konsumsi obat dapat mengurangi jumlah urin. Obat-obatan yang dapat meningkatkan gejala nephrogenic diabetes insipidus meliputi indomethacin (indocin) dan obat-obatan diuretik (hydrochlorothiazide atau amiloride).

Apakah diabetes insipidus merupakan penyakit yang serius?

Diabetes insipidus tidak menyebabkan kegagalan fungsi ginjal atau yang mengacu pada dialisis. Ginjal masih dapat menjalankan fungsi utamanya dalam memfilter darah.

Namun, penderita diabetes insipidus rentan terhadap dehidrasi. Mereka perlu memastikan untuk dapat mengakses cairan yang dapat diminum. untuk minum cairan. Aktifitas fisik tertentu aman dilakukan untuk meningkatkan kesehatan. Namun, mereka membutuhkan penggantian cairan yang lebih banyak dibandingkan kebanyakan orang, terutama dalam cuaca panas.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments :

Post a Comment