Wednesday, February 20, 2013

Komplikasi Persalinan Yang Umum Terjadi

Komplikasi persalinan bisa jadi menakutkan bagi anda, namun dokter sudah terlatih untuk menangani keadaan emergensi. Beberapa komplikasi persalinan yang umum terjadi meliputi persalinan prematur, persalinan yang lambat, posisi bayi yang abnormal, masalah tali pusat, preeclampsia, dan lain-lain. Pada keadaan yang emergensi, terkadang dokter melakukan operasi cesar untuk mencegah kerusakan/hal yang membahayakan terjadi pada bayi.


Komplikasi apa saja yang umum terjadi pada persalinan?


Kehamilan yang tampak baik-baik saja tanpa komplikasi masih memungkinkan untuk terjadinya komplikasi pada saat persalinan. Berikut ini adalah beberapa komplikasi persalinan yangumum terjadi :

Persalinan prematur

Satu masalah paling membahayakan yang dihadapi bayi adalah dilahirkan terlalu dini, sebelum sistem tubuhnya cukup matang untuk menjaminnya dapat bertahan hidup.

Masa kehamilan yang lengkap berakhir dalam 38-40 minggu. Persalinan yang terjadi sebelum 37 minggu disebut persalinan prematur. Bayi yang dilahirkan prematur memiliki resiko seperti paru-paru yang belum matang, kesulitan pernapasan, dan masalah pencernaan.

Persalinan yang lambat (partus tidak maju)

Sebagian wanita, khususnya yang baru pertama kali melahirkan mungkin akan mengalami persalinan yang lambat. Ibu dan bayi memiliki beberapa resiko komplikasi, misalnya infeksi, jika ketuban sudah pecah terlebih dahulu, tanpa diikuti persalinan.

Partus yang tidak maju adalah persalinan yang tidak berlangsung secepat yang seharusnya. Hal ini dapat terjadi pada bayi yang berukuran besar, posisi bayi yang abnormal, atau rahim yang tidak berkontraksi sebagaimana mestinya. Namun pada kebanyakan kasus, tidak ditemukan penyebab yang spesifik. Jika proses persalinan berlangsung sangat lama, dokter mungkin akan memberikan cairan intravena untuk membantu mencegah dehidrasi. Jika rahim tidak cukup berkontraksi, dokter akan memberikan oxytocin, obat yang dapat mendorong kontraksi yang lebih kuat. Dan jika leher rahim berhenti melebar padahal kontraksi rahim sudah menguat, operasi cesar mungkin harus dilakukan.

Posisi bayi abnormal

Posisi bayi mengacu pada bagian tubuh yang akan muncul pertama kali dari jalan lahir. Beberapa minggu sebelum persalinan, janin biasanya turun ke posisi yang lebih rendah dalam rahim. Bayi berada dalam posisi kepala di bawah, menghadap punggung ibunya, dengan dagu yang menempel ke dada, dan bagian belakang kepala siap masuk ke rongga panggul ibunya, yang disebut posisi vertex, posisi yang ideal untuk persalinan. Posisi ini menyebabkan bagian terkecil dari kepala bayi menjadi penuntun jalan menuju leher rahim dan jalan lahir. Kepala merupakan bagian tubuh terbesar dan keras pada bayi, oleh karena itu paling baik jika kepala menjadi penuntun menuju jalan lahir.

Beberapa janin berada dalam posisi pantat atau kaki menjorok ke jalan lahir, yang disebut posisi breech. Posisi ini normal ditemui jauh sebelum waktu persalinan, namun sebagian besar bayi akan berputar ke posisi normal mendekati waktu persalinan.

Sebagian kecil bayi terletak dalam posisi horisontal dalam rahim, yang disebut posisi transverse lie, dan ini berarti bahu bayi yang akan menjadi penuntun menuju jalan lahir.

Kepala bayi kadang terlalu besar untuk ukuran rongga panggul ibunya, entah karena ukuran relatifnya atau karena posisinya yang salah. Beberapa bayi tidak menghadap punggung ibunya, melainkan menghadap perut ibunya. Hal ini meningkatkan kemungkinan persalinan yang lambat, menyakitkan dan robeknya jalan lahir. Selain itu juga, kadang ditemukan bukan bagian belakang kepala bayi yang menghadap ke rongga panggul ibunya, melainkan dahi, puncak kepala atau wajah yang mengarah ke jalan lahir. Placenta previa (placenta yang menghalangi leher rahim) dapat menyebabkan posisi abnormal ini. Namun terkadang penyebabnya posisi abnormal tidak diketahui.

Posisi abnormal meningkatkan resiko cedera pada jalan lahir dan persalinan abnormal. Bayi dengan posisi breech berada dalam resiko cedera dan putusnya tali pusat, yang berarti terputusnya suplai darah. Posisi transverse lie adalah posisi abnormal yang paling serius menyebabkan cedera tidak hanya pada jalan lahir namun juga bagi janin itu sendiri.

Menjelang trimester ketiga, dokter akan memeriksa posisi bayi dengan meraba perut anda. Jika janin masih bertahan pada posisi breech beberapa minggu sebelum persalinan, dokter akan berusaha memutar bayi ke posisi yang tepat. Jika bayi berada pada posisi breech 6-8 minggu sebelum persalinan, masih ada kemungkinan bayi berubah posisi. Namun semakin besar ukuran tubuh bayi dan semakin mendekati waktu persalinan, semakin kecil ruangan bagi bayi untuk bermanuver dalam rahim.

Dokter memperkirakan sekitar 90% bayi yang ditemukan dalam posisi breech sebelum 28 minggu akan berputar ke posisi normal pada minggu ke-37. Namun 90% bayi yang ditemukan dalam posisi breech setelah 37 minggu akan tetap bertahan pada posisinya tersebut.

Ketuban pecah dini

Normalnya, selaput yang melindungi bayi dalam rahim pecah dan melepaskan cairan ketuban sesaat sebelum atau selama proses persalinan. Jika selaput ini pecah terlalu awal pada masa kehamilan, akan menyebabkan bayi terpapar resiko tinggi infeksi.

Putusnya tali pusat

Tali pusat merupakan sumber kehidupan bayi anda. Anda menyampaikan oksigen dan nutrisi dari tubuh anda kepada bayi anda melalui tali pusat dan plasenta.

Putusnya tali pusat sering terjadi pada janin yang kecil, prematur, atau bayi berada pada posisi breech. Putusnya tali pusat juga dapat terjadi jika ketuban sudah pecah sebelum bayi bergerak ke rongga panggul ibunya.

Terkadang, sebelum atau selama proses persalinan, tali pusat akan masuk ke leher rahim, mendahului bayi anda menuju jalan lahir. Tali pusat bahkan dapat keluar melalui vagina, dan merupakan situasi yang membahayakan, karena aliran darah melalui tali pusat dapat terhalangi atau terhenti. Anda mungkin bisa merasakan tali pusat pada jalan lahir bila ia terputus atau melihatnya keluar melalui vagina. Segera pergi ke Rumah Sakit bila hal ini terjadi, sebab ini merupakan keadaan emergensi. Ketika anda tiba di rumah sakit, operasi cesar mungkin akan segera dilakukan.

Kompresi tali pusat

Karena janin bergerak dan menendang-nendang di dalam rahim, tali pusat dapat melilit ataupun membuka lilitannya mengikuti pergerakan bayi. Pada keadaan yang sangat jarang terjadinya namun tidak dapat dicegah, tali pusat dapat melilit tubuh dan membahayakan si bayi.

Terkadang tali pusat dapat mengendur dan mengencang selama proses persalinan, menyebabkan penurunan aliran darah pada janin. Hal ini dapat menyebabkan penurunan denyut jantung janin. Pada sebagian besar kasus, penurunan denyut jantung ini bukanlah suatu masalah besar dan proses persalinan dapat berjalan normal. Namun operasi cesar mungkin diperlukan jika denyut jantung memburuk atau janin menunjukkan gejala bahaya lainnya, seperti penurunan pH darah atau bayi membuang kotorannya (meconium).

Kompresi tali pusat dapat terjadi jika tali pusat melilit di sekitar leher bayi atau jika posisinya berada di antara kepala bayi dan tulang panggul ibu. Dokter mungkin akan bertindak cepat dalam proses persalinan dengan bantuan forcep atau vacuum, atau pada beberapa kasus dengan melahirkan bayi melalui operasi cesar.

Emboli cairan ketuban

Ini merupakan komplikasi persalinan yang paling serius, namun sangat jarang terjadi, yaitu ketika sejumlah kecil cairan ketuban yang melindungi janin dalam rahim masuk ke aliran darah ibu, khusunya pada kasus persalinan yang sulit. Cairan ini beredar ke paru-paru dan dapat menyebabkan pembuluh nadi paru-paru menyempit. Penyempitan ini dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, irama jantung yang tidak beraturan, syok, bahkan henti jantung dan kematian. Pembekuan darah yang meluas juga merupakan komplikasi yang umum terjadi dan membutuhkan perawatan emergensi.

Preeclampsia

Preeclampsia adalah komplikasi yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi yang terjadi pada masa akhir kehamilan atau sesaat setelah melahirkan. Preeclampsia dapat menyebabkan penglepasan prematur plasenta dari dinding rahim.

Perdarahan rahim (setelah melahirkan)

Setelah bayi lahir, perdarahan hebat dari rahim dapat menjadi suatu masalah besar. Perdarahan hebat dapat terjadi ketika kontraksi rahim setelah melahirkan tidak sempurna dan pembuluh darah yang terbuka ketika plasenta lepas dari dinding rahim terus mengeluarkan darah.

Kehamilan postmatur

Kehamilan yang bertahan selama 41-42 minggu disebut , umumnya tidak ada masalah yang terjadi. Namun masalah dapat timbul jika, plasenta tidak lagi dapat menyediakan cukup nutrisi untuk mempertahankan lingkungan yang sehat bagi janin.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments :

Post a Comment