Saturday, April 13, 2013

Diagnosis dan Deteksi Dini Kanker Pankreas

Artikel diagnosis kanker pankreas dan deteksi dini kanker pankreas
 
Kanker pankreas mungkin tidak terdeteksi sampai stadium lanjut. Seiring dengan munculnya gejala, diagnosis kanker pankreas biasanya realtif lebih mudah. Sayangnya, pada stadium lanjut, kesembuhan mungkin jarang tercapai.
 
 
Yang akan dibicarakan berikut ini merupakan pancreatic adenocarcinoma, yang terhitung lebih dari 95% dari seluruh kasus kanker pankreas.

Diagnosis kanker pankreas

Diagnosis kanker pankreas biasanya terjadi ketika seseorang datang ke dokter setelah mengalami gejala berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Gejala kanker pankreas biasanya meliputi sakit perut, penurunan berat badan, gatal-gatal, atau jaundice (penyakit kuning). Dokter kemudian mulai mencari penyebabnya, dengan pedoman :
  • Riwayat kesehatan
    Dokter akan mempelajari riwayat penyakit, seperti kapan permulaan, dimana lokasi, dan bagaimana terjadinya rasa sakit, kebiasaan merokok, dan masalah kesehatan lainnya.
  • Pemeriksaan fisik
    Dokter mungkin merasakan massa tumor di perut dan memperhatikan pembengkakan kelenjar limfe di leher.
  • Pemeriksaan laboratorium mungkin menunjukkan tanda bahwa aliran empedu terhambat maupun abnormalitas lainnya.
Berdasarkan deskripsi gejala, pemeriksaan fisik dan laboratorium, dokter biasanya akan meminta untuk melakukan tes pencitraan yang meliputi :
  • CT (Computed Tomography) scan
    Scanner mengambil beberapa gambaran sinar-X dan komputer merekonstruksikannya ke dalam gambaran detail dari bagian dalam rongga perut.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)
    Menggunakan gelombang magnetik, scanner menghasilkan gambaran detail dari perut pada area tertentu di sekitar pankreas, hati, dan kandung empedu.
  • USG (Ultrasonography)
    Gelombang suara dipantulkan oleh organ dalam perut dan menghasilkan gambaran organ tersebut.
  • PET (Positron Emission Tomography) scan
    Glukosa radioaktif disuntikkan ke dalam pembuluh darah dan diserap oleh sel-sel kanker. PET scans mungkin membantu menentukan derajat penyebaran kanker pankreas.
Jika tes pencitraan mendeteksi massa tumor pada pankreas, kanker pankreas mungkin didiagnosis, namun belum pasti. Hanya biopsi (pengambilan jaringan yang sesungguhnya dari massa tumor) yang dapat memastikannya. Biopsi dapat dilakukan dalam beberapa cara :
  • Percutaneous Needle Biopsy / Fine Needle Aspiration (FNA)
    Di bawah panduan pencitraan, radiologis menyisipkan jarum ke dalam massa tumor, untuk mengambil sejumlah jaringan.
  • Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP)
    Tabung fleksibel dengan kamera dan alat lain pada ujungnya (endoscope) dimasukkan melalui mulut menuju usus halus dekat pankreas. ERCP dapat mengambil gambaran dari area tersebut serta mengambil sejumlah kecil jaringan dengan menggunakan sikat.
  • Endoscopic ultrasound (EUS)
    Serupa dengan ERCP, endoscope ditempatkan dekat dengan pankreas. Ultrasound probe pada endoscope menunjukkan posisi massa tumor dan jarum pada pada endoscope mengambil sejumlah kecil jaringan dari massa tumor.
  • Laparoscopy
    Merupakan prosedur bedah yang menggunakan beberapa insisi (sayatan) kecil. Dengan laparoscopy, ahli bedah dapat mengambil jaringan untuk biopsy serta melihat bagian dalam perut untuk menentukan penyebaran kanker pankreas. Namun, laparoscopy memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendekatan biopsy lainnya.
Jika kanker pankreas tampak sangat mungkin untuk dibuang melalui operasi, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi tanpa biopsy.

Deteksi dini kanker pankreas

Pengobatan kanker pankreas sangat menantang ketika ditemukan pada stadium lanjut, seperti pada sebagian besar kasus. Oleh karena itu peneliti mencari metode deteksi dini, namun sejauh ini belum ada yang terbukti ampuh. Metode tersebut meliputi :
 
Tes darah
Substansi tertentu seperti Carcinoembryonic Antigen (CEA) dan CA 19 – 9 meningkat kadarnya pada penderita kanker pankreas. Namun, tes darah tidak diizinkan untuk deteksi dini kanker pankreas, karena kadar substansi tersebut mungkin tidak akan meningkat sampai kanker pankreas mencapai stadium lanjut.
 
Endoscopic Ultrasound (EUS)
Beberapa keluarga memiliki beberapa anggota keluarga yang mengidap kanker pankreas. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 10% kanker pankreas mungkin disebabkan oleh perubahan DNA yang diwariskan. Penelitian terus-menerus menyelidiki apakah pemeriksaan agresif dengan endoscopic ultrasound dapat digunakan untuk deteksi dini kanker pankreas pada anggota keluarga yang sehat. Hasilnya memang menjanjikan, namun endoscopy merupakan prosedur invasif sehingga penggunaannya hanya diizinkan bagi mereka yang memang beresiko tinggi terhadap kanker pankreas.

Pancreatic Neuroendocrine Cancer

Pancreatic neuroendocrine tumor berasal dari kelompok khusus sel-sel penghasil hormon di pankreas. Seperti adenocarcinoma, islet cell cancers secara umum didiagnosis melalui pencitraan dan biopsy. Tipe tumor ini mungkin tidak menunjukkan gejala atau menunjukkan gejala yang berkaitan dengan sekresi hormon oleh tumor.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments :

Post a Comment