Monday, February 25, 2013

Kematian Janin Dalam Kandungan (Stillbirth)

Stillbirth adalah kematian janin dalam kandungan yang terjadi setelah 20 minggu masa kehamilan, namun sebelum bayi dilahirkan, istilah medisnya adalah Intra Uterine Fetal Death (IUFD). Bedanya dengan miscarriage atau keguguran, kehilangan janin terjadinya sebelum 20 minggu masa kehamilan.
Kematian janin dalam kandungan ini dapat terjadi selama kehamilan maupun selama proses persalinan, dan terjadi pada 1 dari 200 kehamilan. Ketika kematian janin terjadi sebelum proses persalinan, dokter akan memberi ibu obat-obatan untuk merangsang persalinan atau melakukan operasi cesar.


Apa penyebabnya kematian janin dalam kandungan?

Sekitar separuh kasus, penyebab spesifik kematian janin tidak diketahui. Namun pada beberapa kasus, kematian janin mungkin disebabkan oleh :
  • Masalah kesehatan bayi, seperti cacat lahir dengan/tanpa abnormalitas kromosom atau lambatnya perkembangan dan pertumbuhan (istilah medisnya adalah Intrauterine Growth Restriction (IUGR))
  • Masalah kesehatan ibu sebelum/selama masa kehamilan, seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi/preeclampsia
  • Riwayat gangguan pembekuan darah seperti trombosis, tromboflebitis, atau emboli paru
  • Masalah dengan plasenta, seperti lepasnya plasenta dari dinding rahim yang terlalu dini (placenta abruption)
  • Masalah dengan tali pusat, seperti putusnya tali pusat, sehingga memutus suplai oksigen kepada bayi
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, defisiensi nutrisi berat, infeksi pada ibu atau bayi, terpapar zat-zat tertentu yang ada di lingkungan sekitar, seperti pestisida atau karbonmonoksida.
 

Apakah anda beresiko mengalaminya?

Faktor yang meningkatkan resiko kematian janin dalam kandungan adalah penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang, serta merokok. Faktor lainnya adalah obesitas, riwayat kematian janin pada kehamilan sebelumnya, serta diabetes dan tekanan darah tinggi yang tidak ditangani sebagaimana mestinya. Kehamilan remaja di bawah usia 15 tahun dan kehamilan wanita di atas usia 35 tahun juga meningkatkan resiko kematian janin di dalam kandungan.
 

Dukungan apa yang anda butuhkan ketika mengalaminya?

Kehilangan bayi adalah hal yang sangat sulit untuk diterima. Anda mungkin bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi. Anda mungkin banyak menangis, merasa marah, putus asa, dan ingin menyalahkan diri sendiri. Anda mungkin kehilangan selera makan dan sulit untuk tidur.
 
Kematian janin dalam kandungan dapat terjadi bahkan pada kehamilan yang tampak normal, sehingga calon orang tua tidak pernah mempersiapkan diri untuk kehilangan ini. 
 
Anda dan pasangan mungkin akan berduka cita dalam cara yang berbeda. Anda mungkin ingin menghabiskan waktu sendirian atau mencari kenyamanan dari keluarga atau teman-teman. Makan makanan yang sehat, istirahat yang cukup, dan melakukan aktivitas fisik (walaupun hanya pergi keluar rumah) akan membantu anda merasa kuat selama masa pemulihan.
 

Dapatkah kematian janin dalam kandungan dicegah?

Jika anda baru saja kehilangan bayi, anda mungkin khawatir mengenai kehamilan di masa yang akan datang. Kebanyakan wanita yang mengalaminya, dapat memiliki bayi yang sehat dari kehamilan berikutnya. Jika penyebabnya adalah masalah kromosom atau tali pusat, kemungkinannya kecil untuk terulang lagi. Jika penyebabnya penyakit kronis atau gangguan genetik pada ibu, resikonya agak lebih besar untuk terulang lagi. Namun jika dirata-rata, kemungkinan untuk mengalami kehamilan normal di masa yang akan datang lebih besar dari 90%.

Dokter terkadang akan melakukan pemeriksaan pada bayi dan plasenta untuk mencari tahu penyebab terjadinya kematian janin. Otopsi kadang dilakukan, jika orang tua bayi menginginkannya. Beberapa orang tua menganggap hal ini akan membantu menjawab pertanyaan mereka mengenai apa yang terjadi dan mungkin akan menemukan faktor resiko untuk kehamilan yang akan datang. Dokter mungkin juga melakukan tes pada orang tua untuk melihat jika ada masalah genetik yang dapat menyebabkan kematian janin dalam kandungan.

Anda tidak dapat mencegah setiap masalah. Namun beberapa kebiasaan dapat memperbesar kemungkinan untuk memiliki bayi yang sehat. Makan makanan sehat yang mengandung asam folat (terutama sebelum dan pada masa awal kehamilan) dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Dan yang sangat penting hindari alkohol, tembakau, dan obat-obatan lainnya.

Pada masa kehamilan lanjut, dokter biasanya akan meminta anda untuk terus melacak tendangan bayi dan segera kunjungi dokter jika pergerakan bayi berkurang dibandingkan sebelumnya.


Berapa lama menunggu sebelum mencoba untuk hamil lagi?

Beberapa dokter mungkin menyarankan untuk menunggu sampai 2-3 bulan. Dokter lainnya mungkin berpikir untuk menunggu lebih lama lagi. Semuanya tergantung pada seberapa cepat pemulihan tubuh anda dan cara apa yang telah dilakukan untuk melahirkan bayi anda yang meninggal dalam kandungan pada kehamilan sebelumnya. Pada operasi cesar, rahim membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.

Mungkin anda juga ingin memastikan bahwa anda dan pasangan telah siap secara emosional untuk mencoba hamil lagi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments :

Post a Comment