Saturday, April 13, 2013

Gejala, Penyebab, Pencegahan Kanker Serviks & Faktor Resiko

Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi ketika sel-sel abnormal di leher rahim tumbuh diluar kendali. Bagaimana gejala, penyebab, pencegahan & faktor resiko kanker serviks?
 

Gejala Kanker Serviks

Perubahan abnormal sel-sel serviks jarang menunjukkan gejala. Jika perubahan abnormal sel-sel serviks telah berkembang menjadi kanker, gejala kanker serviks yang mungkin muncul meliputi :
  • Pendarahan dari vagina atau keputihan yang berlendir dan berdarah.
  • Perubahan siklus menstruasi yang signifikan tanpa penyebab yang jelas.
  • Pendarahan ketika sesuatu berkontak dengan serviks, misalnya pada saat berhubungan seksual atau ketika pemasangan alat kontrasepsi spiral.
  • Rasa nyeri pada saat berhubungan seksual.
Gejala kanker serviks stadium lanjut mungkin meliputi :
  • Anemia akibat pendarahan abnormal vagina.
  • Nyeri panggul, tungkai, atau punggung yang terus-menerus.
  • Masalah buang air kecil karena sumbatan pada ginjal atau saluran kencing.
  • Kebocoran urin/air seni atau feses/tinja pada vagina. Hal ini terjadi ketika fistula atau pembukaan abnormal terbentuk antara vagina dengan kandung kemih atau rektum.
  • Penurunan berat badan.

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab kanker serviks disebabkan oleh perubahan abnormal sel-sel serviks. Sebagian besar perubahan sel-sel serviks yang bersifat prakanker atau kanker terjadi di zona transformasi, karena sel-sel di daerah ini normalnya mengalami perubahan yang konstan.
 
Selama proses perubahan alami ini, beberapa sel serviks berubah menjadi abnormal ketika anda terinfeksi Human Papillomavirus (HPV). Beberapa faktor mungkin jadi penyebab kanker serviks seperti seks bebas dan kebiasaan merokok.

Faktor Yang Meningkatkan Resiko Kanker Serviks

Hal-hal yang mungkin meningkatkan resiko kanker serviks meliputi :
  • Mengalami infeksi HPV
    HPV merupakan infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual dan merupakan penyebab kanker serviks yang paling umum.
  • Perilaku seksual yang beresiko tinggi
    Perilaku ini meliputi seks bebas atau kebiasaan berganti-ganti pasangan. Hubungan seks yang aman yaitu hanya dengan pasangan yang sah dapat menurunkan resiko kanker serviks.
  • Memiliki gangguan sistem imun
    Sebagai contoh, wanita dengan infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) akan :
    • Memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi HPV.
    • Cenderung mengalami perubahan pada sel-sel servikal akibat infeksi HPV.
    • Perubahan sel-sel serviks akibat infeksi HPV cenderung lebih cepat berkembang menjadi kanker serviks.
  • Kebiasaan merokok atau perokok pasif

Pencegahan Kanker Serviks

Pada pencegahan kanker serviks Anda dapat mengobati perubahan sel-sel (dysplasia) serviks, yang dapat menurunkan resiko kanker serviks. Anda juga dapat menurunkan resiko terjadinya perubahan abnormal sel-sel serviks.

Pemeriksaan pap smear rutin

Rekomendasi jadwal pap smear didasarkan pada usia dan hal-hal yang dapat meningkatkan resiko anda terhadap kanker serviks. Pada sebagian besar wanita, waktu terbaik untuk melakukan pap smear adalah setiap 1 – 3 tahun. Konsultasikan dengan dokter mengenai kapan yang tepat untuk mulai mendapatkan pap smear pertama kali.

Berhenti merokok

Wanita yang merokok atau perokok pasif memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap perubahan sel-sel serviks yang dapat menyebabkan terjadinya kanker serviks.

Mendapatkan vaksin HPV

Jika anda berusia 26 tahun atau kurang, anda bisa mendapatkan vaksin HPV. Vaksin Cervarix dan Gardasil melindungi anda terhadap 2 tipe HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks. Serangkaian suntikan direkomendasikan bagi gadis berusia 11 atau 12 tahun dan dapat diberikan pada wanita sejak usia 9 sampai 26 tahun.

Menurunkan resiko infeksi menular seksual

Mencegah infeksi menular seksual termasuk HPV lebih mudah daripada mengobati infeksi yang telah terjadi. Infeksi HPV biasanya tidak menunjukkan gejala, sehingga anda atau pasangan mungkin tidak mengetahui jika telah terinfeksi.
 
Infeksi seksual menular temasuk HPV dapat menyebar melalui alat kelamin, anus, mulut atau tenggorokan selama aktifitas seksual. Cara terbaik untuk menghindari infeksi virus ini adalah melakukan hubungan seks yang aman yaitu hanya dengan pasangan anda yang sah.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments :

Post a Comment